Time Kuningan

Minggu, 10 April 2011

APRESIASI SASTRA



v Apresiasi adalah kegiatan memberikan penilaian (penghargaan) terhadap suatu hasil karya.
           Penghargaan terhadap karya sastra ini dilakukan melalui  proses secara bertahap, yaitu:
1.     Tahap mengenal dan menikmati (melalui membaca, mendengar dan menonton)
2.     Tahap menghargai, pada tahap ini akan terasa manfaat dari karya tersebut misalnya memberi kesenangan, hiburan, kepuasan, serta memperluas wawasan dan pandangan hidup.
3.     Tahap pemahaman, Pada tahap ini kita melakukan tindakan meneliti serta menganalisis unsur-unsur yang membangun karya sastra, baik unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsiknya.
4.     Tahap penghayatan (membuat analisis)
5.     Tahap aplikasi atau penerapan (dapat tidaknya menerapkan dalam kehidupan sehari-hari)

v  Unsur intrinsik cerpen yaitu:
1.     Tema
Tema ialah inti cerita atau pokok permasalahan yang ada pada cerita.Misalnya, tentang cinta, kesetiaan, ketakwaan, korupsi, perjuangan mencapai keinginan, perebutan warisan, dan sebagainya.

2.     Plot atau alur atau jalan cerita
Tahapan-tahapan alur yaitu:
1.     pengenalan
2.     pengungkapan masalah
3.     menuju konflik
4.     ketegangan
5.     penyelesaian

3.     Penokohan, watak atau karakter yaitu cara pengarang menggambarkan para tokoh dalam cerita.
Ada tiga macam cara untuk melukiskan atau menggambarkan watak para tokoh dalam cerita.
1. Cara analitik,  Pengarang menceritakan atau menjelaskan watak tokoh cerita secara langsung.
2.  Cara dramatik, Pengarang tidak secara langsung menceritakan watak tokoh seperti pada cara analitik, melainkan menggambarkan watak tokoh dengan cara:
1)   melukiskan tempat atau lingkungan sang tokoh.
2)   menampilkan dialog antartokoh dan dari dialog- dialog itu akan tampak watak para tokoh cerita.
3)   menceritakan tingkah laku, perbuatan, atau reaksi tokoh terhadap suatu peristiwa.
               3. Cara gabungan analitik dan dramatik

Macam-macam tokoh dapat dibedakan sebagai berikut:
1)     Tokoh protagonis yaitutokoh yang mempunyai watak baik
2)     Tokoh antagonis yaitu tokoh yang mempunyai watak jelek
3)     Tokoh tritagonis (tokoh pelerai atau penghubung)
4)     Tokoh bawahan (peran pembantu)
    
       4. Latar
      Latar atau Setting  yaitu tempat dan waktu kejadian suatu cerita.
      Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu:
1)     latar waktu, yaitu waktu terjadinya peristiwa. Ini bisa dilihat dari pakaian, alat-alat.
2)     latar tempat, tempatnya bisa dirumah, pasar, hutan dsb
3)     suasana. Suasananya bisa sedih, gembira, menakutkan dsb.
5.  Amanat
     Amanat yaitu pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca.
2.     Sudut pandang
Sudut pandang  yaitu  posisi pengarang dalam cerita.
Sudut pandang pengarang dapat dikelompokkanmenjadi empat, yaitu:
1.     Sudut pandang mahakuasa,  Pengarang menuturkan seluruh ceritanya seakan akan dia tahu segalanya.
2.     Sudut pandang orangpertama,  Pengarang menentukan seorang tokoh saja yang mengetahui seluruh cerita.
3.     Sudut pandang peninjau,  Pengarang memilih salah satu tokoh untuk diikuti ceritanya.
4.     Sudut pandang objektif, pengarang hanya menceritakan atau melukiskan apa yang dilakukan dan dialami tokoh-tokoh cerita.

3. Gaya Bahasa yaitu cara khas seorang pengarang dalam mengungkapkan ide atau gagasannya melalui cerita.

Unsur ekstrinsik cerpen  meliputi :
1.     Latar belakang Pengarang
2.     Penerbit
3.     Situasi atau zaman
4.     Ekonomi, sosial, budaya dsb.


2.   MEMBANDINGKAN KARYA SASTRA DAN TEKS ILMIAH
       Sebagaimana kita kita ketahui, secara garis besar karya sastra dibagi menjadi dua yaitu prosa dan puisi. Di bawah ini akan dijelaskan tentang karya prosa.
Menurut isinya, prosa dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu:
1.  Prosa Fiksi, prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya.
     Yang termasuk cerita fiksi diantaranya:
a.     Cerpen adalah cerita rekaan yang pendek dalam arti hanya berisi pengisahan dengan fokus pada satu konflik saja dengan tokoh yang terbatas dan tidak berkembang.
b.     Novel adalah cerita rekaan yang lebih panjang isinya dari pada cerpen, serta konflik yang dikisahkannya lebih luas.
c.     Dongeng adalah cerita rekaan yang dikisahkan adalah tentang hal-hal yang tak masuk akal atau tak mungkin terjadi. Misalnya, orang dapat menjelma jadi binatang, binatang dapat berkata-kata, dan sebagainya.

2.   Prosa Nonfiksi yaitu karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang, tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang.  Yang termasuk karangan semi ilmiah ialah : artikel, tajuk rencana, opini, feature, tips, biografi, reportase, iklan, pidato, dan sebagainya.

1.     Artikel ialah karangan yang berisi uraian atau memaparkan sesuatu.
2.     Tajuk rencana yaitu karangan yang isinya  merupakan pandangan atau tanggapan dari penulisnya mengenai suatu permasalahan atau peristiwa.
3.     Opini adalah tulisan berisi pendapat, pikiran atau pendirian seseorang tentang sesuatu.
4.     Feature ialah sejenis artikel eksposisi yang memberikan tekanan aspek tertentu yang dianggap menarik atau perlu ditonjolkan dari suatu objek atau peristiwa yang memiliki daya tarik secara emosional, pribadi, atau bersifat humor.
5.     Tips ialah karangan yang berisi uraian tentang tata cara atau langkahlangkah operasional dalam melakukan atau membuat sesuatu.
6.     Biografi adalah kisah atau riwayat kehidupan seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain.
7.     Reportase ialah karangan yang berupa hasil laporan dari liputan suatu peristiwa atau kejadian yang sedang berlangsung
8.     Jurnalisme ialah semacam berita yang dituliskan ke dalam bentuk novel atau cerita pendek.
9.     Iklan ialah informasi yang isinya memberitahukan atau mempromosikan suatu barang
10.   Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara lisan kepada orang banyak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar