Time Kuningan

Minggu, 10 April 2011

Memahami Lafal Baku dan Tidak Baku



Ragam bahasa  baku adalah ragam bahasa yang sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia dalam hal ini  ejaan yang disempurnakan (EYD). Digunakan pada forum-forum resmi. Dan sebaliknya, ragam bahasa tidak baku yaitu ragam yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia.   Ciri-ciri pelafalan baku, antara lain,
o    tidak dipengaruhi bahasa daerah atau asing
o    bukan merupakan ragam percakapan,
o    tidak rancu (tidak terkontaminasi),
o    tidak mengandung pleonasme, dan
o    tidak mengandung hiperkorek.

      Contoh :
NO
CIRI-CIRI LAFAL BAKU
Ragam Baku
 (benar)
Ragam Tidak Baku (salah)
1
Tidak dipengaruhi bahasa daerah.
saya
ibu
bertemu
gue
nyokap
ketemu
2
Tidak dipengaruhi bahasa asing.
kesempatan lain
kantor tempat
Lain kesempatan
Kantor di mana
3
Bukan merupakan ragam percakapan.
Dengan
memberi
Sama
Kasih
4
Pemakaian imbuhan secara eksplisit.
ayah bekerja keras
ia menendang musuhnya
Ayah kerja keras
Ia tending musuhnya
5
Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat.
suka akan
disebabkan oleh
Suka dengan
disebabkan karena
6
Tidak rancu (tidak terkontaminasi)
berkali-kali
mengesampingkan
Berulangkali
Mengenyampingkan
7
Tidak mengandung pleonasme
para tamu
hadirin
Para tamu-tamu
Para hadirin
8
Tidak mengandung hiperkorek
insaf
sah
syukur
berkali-kali
Mengesampingkan
Surga
Pihak
anggota, teladan, sentosa
Saraf
Disahkan
asas, hak asasi
batin, hadir, pasal
Ijazah
insyaf
syah
sukur
berulang kali
Mengenyampingkan
Syurga
Fihak
Anggauta, tauladan, sentausa
Syaraf
Disyahkan
Azas, hak azazi
Bathin, hadlir, fatsal
Izazah, ijasah
                                                                                                               
KATA SERAPAN
v   Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang di Indonesiakan. contoh: coffe break, money politics, money changer, super power, reshuffle. Proses asimilasi ialah bila sebuah kata asing diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan perubahan sesuai pengucapan dan bentuk penulisan Indonesianya.
v   Di samping unsur serapan bahasa Indonesia juga dipengaruhi adanya imbuhan asing, antara lain:

- isasi          = standardisasi, imunisasi, periodisasi, dll
 - is              =  analisis, diagnosis, dan  minimalis
- or              =  koruptor, radiator, operator, dan lain-lain
- al               =  struktural, informal, dan faktual
- wi              =  duniawi dan manusiawi
- man          =  seniman, budiman, kameraman, dsb


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar