Ragam bahasa baku adalah ragam bahasa yang sesuai dengan aturan atau kaidah bahasa Indonesia dalam hal ini ejaan yang disempurnakan (EYD). Digunakan pada forum-forum resmi. Dan sebaliknya, ragam bahasa tidak baku yaitu ragam yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Ciri-ciri pelafalan baku, antara lain,
o tidak dipengaruhi bahasa daerah atau asing
o bukan merupakan ragam percakapan,
o tidak rancu (tidak terkontaminasi),
o tidak mengandung pleonasme, dan
o tidak mengandung hiperkorek.
Contoh :
| NO | CIRI-CIRI LAFAL BAKU | Ragam Baku (benar) | Ragam Tidak Baku (salah) |
| 1 | Tidak dipengaruhi bahasa daerah. | saya ibu bertemu | gue nyokap ketemu |
| 2 | Tidak dipengaruhi bahasa asing. | kesempatan lain kantor tempat | Lain kesempatan Kantor di mana |
| 3 | Bukan merupakan ragam percakapan. | Dengan memberi | Sama Kasih |
| 4 | Pemakaian imbuhan secara eksplisit. | ayah bekerja keras ia menendang musuhnya | Ayah kerja keras Ia tending musuhnya |
| 5 | Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat. | suka akan disebabkan oleh | Suka dengan disebabkan karena |
| 6 | Tidak rancu (tidak terkontaminasi) | berkali-kali mengesampingkan | Berulangkali Mengenyampingkan |
| 7 | Tidak mengandung pleonasme | para tamu hadirin | Para tamu-tamu Para hadirin |
| 8 | Tidak mengandung hiperkorek | insaf sah syukur berkali-kali Mengesampingkan Surga Pihak anggota, teladan, sentosa Saraf Disahkan asas, hak asasi batin, hadir, pasal Ijazah | insyaf syah sukur berulang kali Mengenyampingkan Syurga Fihak Anggauta, tauladan, sentausa Syaraf Disyahkan Azas, hak azazi Bathin, hadlir, fatsal Izazah, ijasah |
KATA SERAPAN
v Kata serapan adalah kata yang berasal dari bahasa asing yang di Indonesiakan. contoh: coffe break, money politics, money changer, super power, reshuffle. Proses asimilasi ialah bila sebuah kata asing diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan perubahan sesuai pengucapan dan bentuk penulisan Indonesianya.
v Di samping unsur serapan bahasa Indonesia juga dipengaruhi adanya imbuhan asing, antara lain:
- isasi = standardisasi, imunisasi, periodisasi, dll
- is = analisis, diagnosis, dan minimalis
- or = koruptor, radiator, operator, dan lain-lain
- al = struktural, informal, dan faktual
- wi = duniawi dan manusiawi
- man = seniman, budiman, kameraman, dsb
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar