Time Kuningan

Selasa, 05 April 2011

PILIHAN KATA DAN BENTUKAN KATA


1. Kata Dasar dan kata Berimbuhan
    a.   Kata Dasar
    Kata dasar adalah kata asal atau kata yang menjadi dasar bentukan kata yang lebih besar.
    Contoh: tolong, makan, lari
    b.   Kata berimbuhan
Kata berimbuhan adalah kata yang mendapatkan imbuhan atau afiks (prefiks (awalan) ,  infiks (sisipan), sufiks (ahiran) , atau konfiks (gabungan).
Berawalan = tertolong
Sisipan                       = gerigi
Ahiran                         = mainan
Konfiks                       = permainan

2.   Kata umum dan kata khusus
Kata umum adalah suatu kata yang memiliki ruang lingkup yang luas dan masih mencakup banyak hal.
Kata  khusus adalah kata yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan tercakup dalam kata umum
Kata umum : buah
Kata khususnya : durian, mangga, nanas, anggur dsb

3. Sinonim, antonim, akronim, homonim, hiponim
- Sinonim adalah kata yang memiliki arti yang sama, contoh : bapak, ayah, papah, papap
- Antonim adalah kata yang memiliki makna yang berlawanan, contoh : tua X muda, besar X kecil.
- Akrinim adalah singkatan sukukata, contoh: Puskesmas = Pusat Kesehatan Masyarakat
- Homonim adalah sama kata lain artinya, contoh:
   Saya bisa mengerjakan soal itu. (dapat)
   Bisa ular itu mematikan (racun) 
- Hiponim adalah kata yang memiliki hirarki hubungan makna Proses hiponim menimbulkan istilah kata    umum dan kata khusus. Contoh dari kata kepala melahirkan kata kepala sekolah, kepala suku, kepala keluarga dsb.

4.   Makna denotatif dan Makna Konotatif
Makna denotatif disebut juga makna lugas atau makna sebenarnya, yaitu makna yang  sesuai dengan makna yang terdapat dalam kamus. Makna ini bersifat objektif.
Contoh:
a. Tangan kanan Iwan terluka ketika sedang bermain sepak bola.
b. Anak itu tangannya kotor sekali.

Adapun makna konotatif disebut juga makna sampingan, yaitu makna yang didasarkan atas perasaan tertentu atau nilai rasa tertentu, di samping makna dasar yang umum. Makna ini bersifat subjektif.
Contoh:
a. Ayah Iwan adalah tangan kanan pemilik perusahaan besar itu.
b. Jangan berpangku tangan saja melihat kejadian itu.

5. Perubahan Makna Kata
Kata-kata dalam bahasa Indonesia, baik kata asli bahasa Indonesia ataupun kata serap yang berasal dari bahasa daerah atau bahasa asing maknanya ada yang mengalami perubahan. Perubahan makna kata tersebut  terjadi sesuai dengan bergilirnya waktu yang dipengaruhi perkembangan budaya. Perubahan makna kata terjadi dengan proses yang bermacam-macam, yakni:

1.     Meluas, maksudnya kata-kata yang dulunya memiliki arti yang terbatas kini cakupan maknanya jadi luas.
     Contohnya :
     Ibu artinya wanita yang melahirkan kita, sekarang siapa saja perempuan yang agak tua dipanggil ibu.

2.     Menyempit,  yaitu kata yang dulunya memiliki makna luas sekarang maknanya menjadi sempit.
      Contohnya: Pembantu artinya orang yang membantu orang lain,  sekarang pembantu adalah pembantu rumah tangga (babu).

3.     Amelioratif, pengertian kata yang baru dirasakan lebih baik dan enak didengar dibandingkan dengan kata yang lama.
      Contohnya : busana lebih baik dari pakaian

4.     Peyoratif, kata yang sekarang maknanya lebih rendah dari yang dulu.
      Contohnya: isitri simpanan dulunya  istri muda

5.     Sinestesia, perubahan arti akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berlainan.
      Contoh: Kata-kata yang diucapkannya menusuk hati, Gadis itu berwajah manis.

6.     Asosiasi, yaitu perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat.
     Contoh: Kios-kios disapu bersih oleh polisi pamong praja.
                   Anak yang macam-macam sikat saja biar aman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar